Teroris versi Kristen

Dunia yang selama ini memandang bahwa Teroris hanyalah identik dengan Islam ternyata terlalu naif. Di Indonesia lebih tepatnya di Manado, Sulawesi Utara ternyata ada gerakan yang hampir mirip dengan gerakan kelompok teroris pimpinan Noordin M. Top. Jika selama ini gerakan teroris hanya dikenal oleh masyarat adalah identik dengan Islam maka masyarakat patut mengawasi gerakan yang sedang berkembang di Manado.

Berikut adalah penuturan dari teman saya di Manado, kebetulan saya ada teman di sana. Meskipun jauh, jika ada waktu kami saling mengunjungi. Jika ada pekerjaan di Manado misalnya, saya pasti akan nginap dirumahnya. Begitupun dengan dia, jika dia akan ke Jakarta, khususnya Jakarta Selatan, maka pasti dia akan nginap dirumah saya. Itulah gunanya sahabat. Dan sampai saat ini kami masih sering mengabari satu sama lain lewat email, dan kemarin dia menceritakan kisahnya tentang suatu kelompok yang dia curigai bisa menjadi teroris. Sebelumnya artikel ini sudah saya edit, sehingga dapat dipahami, soalnya kalau artikel langsung dari dia, itu masih sedikit menggunakan bahasa Manado.

Gerakan ini sudah berdiri sejak tahun 2003 (kalau tidak salah). Pemimpinnya adalah seorang pria yang berinisial H.K (maaf saya tidak bisa memberi tahu nama lengkapnya dengan alasan hukum, karena saya masih orang pertama yang mengangkat topik tentang beliau). Kenapa saya mengatakan bahwa mereka dapat menjadi cikal-bakal teroris?

Nah! Berawal dari Minggu, 16 Agustus kemarin seperti biasa saya harus ke gereja untuk beribadah di gereja Bethany manado yang terletak di bilangan Jln. Sam Ratulangi Manado, kebetulan waktu itu saya datang sudah agak terlambat, tapi syukurlah tidak terlambat-terlambat amat. Tapi bedanya dengan terlambat yang biasanya, ketika saya datang belum khotbah, masih puji-pujian waktu itu. Langsung saya mengambil tempat duduk yang agak di bagian tengah yang kebetulan masih kosong. Ketika puji-pujian selesai, tiba-tiba Ibu Gembala naik ke atas mimbar dan berkata bahwa ada 3 orang pria muda yang gagah yang akan memberikan kesaksian dan jemaat pun diminta untuk menyambut. Pikir saya waktu itu bahwa kesaksian yang akan diberikan adalah seperti yang sudah biasa disampaikan dalam acara-acara KKR, misalnya masalah ekonomi yang dipulihkan, penyakit akut yang sembuh, dan lain sebagainya yang biasa di-kesaksian-kan ketika baru mendapat pertolongan TUHAN. Nah! Lalu kemudian 3 orang yang dimaksud oleh Ibu Gembala tadi pun akhirnya naik ke mimbar, mereka pun memperkenalkan diri, kalau tidak salah yang pertama kali memperkenalkan diri berinisial BR, sedangkan 2 orang lainnya saya lupa (maklum saat itu saya masih menganggap remeh kesaksiannya). Selesai memperkenalkan diri, mereka lalu berunding siapa yang akan bersaksi, dan keputusan jatuh pada si BR, BR pun memulai kesaksiannya seperti biasa yang saya anggap basa-basi umum yang lumrah, dan (maaf) kalimat pembuka kesaksiannya amat membingungkan, mungkin karena gugup ditonton ribuan orang sehingga bicaranya pun agak terputar-putar. Setelah sekitar 3 menit membuat kalimat pembuka akhirnya pria ini akan memasuki intinya dan akhirnya pria ini bercerita jelas juga, pikirku. Meskipun banyak kali ditertawakan jemaat karena gaya bicaranya, tapi intinya dapat saya pahami.

Mereka adalah anak buah dari si HK yang sudah bertobat. HK ternyata adalah orang yang tidak bertanggung jawab yang memimpin gerakan gereja yang kalau dibilang ekstrim. HK selalu memberi perintah kepada para pengikut gerejanya dengan berkedok “Ini Perintah Tuhan”. Mereka membolehkan melakukan dosa asalakan itu untuk kemuliaan Tuhan. Jadi misalnya begini, ada oknum yang dianggap tidak berkenan bagi mereka, si BR tidak mengatakan apa yang membuat salah satu oknum tidak berkenan, tapi yang jelas dari segi ini saja mereka sudah bertolak belakang dengan ajaran gereja, padahal dalam kedok sehari-hari mereka mengatasnamakan pelayanan gereja.

Nah! Jadi misalnya begini, ada oknum yang si HK anggap “tidak berkenan di hadapannya”, dia akan mengatakan pada para pengikutnya bahwa Tuhan tidak berkenan kepada orang yang dimaksud tersebut, selanjutnya si HK akan memerintahakan pengikutnya untuk melakukan ‘intimidasi’ atau ‘eksekusi’.

Intimidasi yang dilakukan misalnya dapat berupa pengrusakan kendaraan oknum yang dimaksud, pencurian barang-barang milik oknum yang dimaksud dan sebagainya yang hanya berupa intimidasi saja.

Eksekusi yang dimaksud adalah ‘penculikan’ oknum yang mereka anggap tidak berkenan. Saya tidak berani menulis mereka bisa saja membunuh oknum yang dimaksud, tapi berdasarkan kesaksian dari si BR, bahwa mereka bisa saja terbunuh ketika nanti akan meninggalkan tempat ibadah dimana mereka bersaksi karena bisa saja kaki tangan HK sudah mengintai mereka, dari sini dapat saya tangap bahwa HK dan anak buahnya tidak segan-segan membunuh.
Dalam praktek eksekusinya, HK tidak hanya akan mengeksekusi orang-orang luar saja, tapi juga orang-orang dalamnya yang dia anggap “melenceng dari perintah Tuhan”. Tapi berbeda dengan ‘orang luar’, dalam mengatasi ‘orang dalamnya’ dia hanya akan menggebuki si orang dalamnya hingga bengkak-bengkak dan berdarah. Pemukulan itupun dilakukan beramai-ramai dengan anggota pengikutnya yang lain. Dengan kata lain, HK akan mengeroyok anggotanya yang dia anggap ‘melenceng dari perintah Tuhan’ atau tidak patuh.

Nah! Dari sini saya harap anda sekalian sudah dapat menemukan persamaannya dengan kelompok jaringan teroris Noordin M. Top. Dimana mereka menganggap sesuatu yang bertentangan dengan Tuhan itu harus dimusnahakan atau dilumpuhkan. Meskipun dasar untuk menganggap seseorang atau kelompok itu ‘melenceng dari perintah Tuhan’ terkadang salah, tapi keputusan mereka untuk mengeksekusi itulah yang membuat mereka terlihat bodoh oleh Tuhan. Kalaupun dasar mereka benar untuk menentukan mana yang ‘melenceng dari perintah Tuhan’, tapi mereka seolah merebut hak Tuhan untuk melakukan penghakiman. Bukankah setiap agama melarang terjadinya pembunuhan, kekerasan, dan penindasan?
Oiya, bagi yang ingin tahu nama lengkap dari si ‘inisial HK’, silahkan tinggalkan email. Saya tidak berani mencantumkan namanya disini, karena nanti jadi kasus ‘Prita Mulyasari 2’. Tapi saya tidak menulis artikel hoax kok. Kalo nanti saya kasih nama dari si HK tersebut, lalu kebetulan anda punya kenalan kristen di Manado, silahkan minta tolong kenalan anda cek keberadaan si HK tersebut. Minimal minta kenalan anda menanyakan pada si pendetanya. Pasti mereka tahu!
sigh

Advertisements

~ by baroleh on August 23, 2009.

2 Responses to “Teroris versi Kristen”

  1. wah apaakh itu bnr ?

  2. yup

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: